RS M. Djamil menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila di lingkungan rumah sakit. Hal itu ditunjukkan melalui pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di halaman parkir Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Kamis (1/10).

Upacara tersebut berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh jajaran manajemen, dokter, tenaga kesehatan, pegawai serta unsur terkait di lingkungan rumah sakit Kementerian Kesehatan tersebut. Bertindak selaku Inspektur Upacara, Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Usai upacara, Direktur Utama RS M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua mengatakan, momentum Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bagi seluruh insan rumah sakit untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika menjalankan tugas memberikan pelayanan kepada pasien.

“Momentum Hari Kesaktian Pancasila ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus kita implementasikan dalam setiap aktivitas, termasuk dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Semangat persatuan, kemanusiaan, gotong royong dan keadilan harus menjadi bagian dari budaya kerja kita,” ujar Dovy.

Menurutnya, rumah sakit tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan medis, tetapi juga mempunyai peran dalam membangun lingkungan kerja yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Setiap pasien yang datang ke rumah sakit, kata dia, harus mendapatkan pelayanan dengan penuh penghormatan tanpa membedakan latar belakang.

“Di rumah sakit, nilai Pancasila sangat dekat dengan apa yang kita kerjakan setiap hari. Ketika kita melayani pasien dengan tulus, menghargai setiap orang, bekerja bersama dan memberikan pelayanan secara adil, pada dasarnya kita sedang mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Dovy menambahkan, semangat persatuan juga menjadi kekuatan penting bagi RS M. Djamil dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang pelayanan kesehatan. Rumah sakit merupakan sebuah organisasi besar yang terdiri dari berbagai profesi, latar belakang dan kompetensi. Seluruh unsur tersebut harus mampu bekerja secara bersama-sama dengan tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Rumah sakit ini merupakan rumah besar bagi kita semua. Ada dokter, perawat, tenaga kesehatan lainnya, tenaga administrasi dan berbagai unsur pendukung. Semuanya memiliki peran yang penting. Karena itu, kolaborasi dan persatuan menjadi kunci agar kita dapat memberikan pelayanan yang terbaik,” tuturnya.

Ia menyebutkan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi sarana untuk melakukan refleksi terhadap sejauh mana nilai-nilai Pancasila telah diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan sehari-hari.

“Peringatan ini jangan hanya berhenti pada upacara. Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai yang kita ingat dan kita renungkan hari ini dapat diwujudkan dalam pekerjaan kita sehari-hari. Kita ingin setiap insan RS M. Djamil memiliki semangat yang sama untuk memberikan pelayanan yang aman, bermutu, berintegritas dan berorientasi kepada pasien,” ungkapnya.

Dovy menegaskan keberhasilan pelayanan rumah sakit tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Diperlukan keterlibatan seluruh tenaga kesehatan dan tenaga pendukung, mulai dari pelayanan klinis hingga unsur administrasi dan manajemen.

“Tidak ada satu profesi yang bisa bekerja sendiri. Semua saling membutuhkan dan saling melengkapi. Karena itu, semangat persatuan harus terus kita jaga. Dengan persatuan dan kolaborasi, kita bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pasien dan masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh keluarga besar RS M. Djamil untuk menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, memberikan pelayanan kesehatan merupakan bentuk pengabdian yang memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi.

“Kita ingin semangat Pancasila hadir dalam setiap pelayanan. Pasien datang dengan harapan mendapatkan pertolongan dan pelayanan yang terbaik. Tugas kita adalah memberikan pelayanan tersebut dengan profesional, penuh empati dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” tukasnya.(*)