RS M Djamil Dukung Asesmen LAM-PTKes Program Profesi Dokter FK Unand
RS M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan, khususnya melalui penguatan kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand). Komitmen tersebut kembali terlihat dalam pelaksanaan Asesmen Lapangan Program Studi Profesi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes), Kamis (1/10).
Asesmen lapangan yang dilakukan LAM-PTKes menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penilaian mutu Program Studi Profesi Pendidikan Dokter FK Unand. Proses tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai pelaksanaan pendidikan, tata kelola, sumber daya, proses pembelajaran, hingga dukungan fasilitas dan jejaring rumah sakit pendidikan yang digunakan dalam pelaksanaan program studi.
Tim LAM-PTKes dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh Dr. dr. Deddy Nur Wachid Achadiono, M.Kes., Sp.PD-KR, FINASIM. Tim juga terdiri atas Prof. Dr. Dra. Ria Kodariah, M.S, Dr. dr. Aila Karyus, M.Kes., Sp.KKLP, Dr. dr. Eva Rachmi, M.Kes., M.PdKed, serta dr. Rizky Adriansyah, M.Ked(Ped)., Sp.A, Subsp.Kardio(K).
Dalam sambutannya, Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menegaskan asesmen lapangan merupakan bagian penting dalam upaya memastikan proses pendidikan dokter berjalan sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Keberadaan rumah sakit pendidikan tidak dapat dipisahkan dari proses pembentukan dokter yang memiliki kompetensi, profesionalisme, serta kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
“Bagi kami, asesmen lapangan ini bukan hanya sebuah proses penilaian, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap berbagai proses pendidikan yang selama ini telah berjalan. Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk melihat apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu diperkuat,” ujar Dovy Djanas.
Ia menambahkan, RS M. Djamil memiliki komitmen untuk terus mendukung pelaksanaan pendidikan kedokteran di lingkungan FK Unand. Dukungan tersebut dilakukan melalui penyediaan lingkungan pembelajaran klinis yang mendukung mahasiswa dalam mencapai kompetensi sesuai dengan tahapan pendidikan yang dijalani.
“RS M. Djamil berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan kedokteran, karena kami menyadari bahwa kualitas lulusan dokter sangat berkaitan dengan kualitas proses pendidikan dan pengalaman klinis yang mereka dapatkan. Rumah sakit memiliki tanggung jawab untuk menyediakan lingkungan yang mendukung proses pembelajaran tersebut,” katanya.
Dovy mengatakan, sinergi antara rumah sakit pendidikan dan institusi pendidikan kedokteran perlu terus diperkuat. Pendidikan dokter membutuhkan kolaborasi berbagai pihak karena proses pembentukan seorang dokter berlangsung secara bertahap dan membutuhkan dukungan akademik sekaligus pengalaman klinis yang memadai.
“Pendidikan kedokteran tidak bisa berjalan sendiri. Ada perguruan tinggi, rumah sakit pendidikan, dosen, dokter pendidik klinis, tenaga kesehatan, mahasiswa, dan berbagai unsur lainnya yang harus bergerak dalam satu arah. Karena itu, sinergi dan komunikasi harus terus kita bangun,” ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan asesmen lapangan tersebut dapat memberikan masukan yang konstruktif bagi FK Unand maupun rumah sakit pendidikan yang terlibat. Masukan dari tim asesor dapat menjadi bahan evaluasi bersama untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan dan memperkuat tata kelola pendidikan klinik.
“Harapan kami, seluruh proses asesmen ini dapat berjalan dengan baik, objektif, dan memberikan masukan yang konstruktif. Apa yang menjadi rekomendasi dari tim asesor nantinya tentu akan menjadi bahan bagi kami untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan mutu,” katanya.
Dukungan terhadap pelaksanaan pendidikan kedokteran tersebut juga mendapat apresiasi dari Wakil Rektor I Universitas Andalas, Prof. Dr. Syukri Arief, M.Eng. “Kami menyampaikan apresiasi kepada RS M. Djamil dan RS Universitas Andalas yang telah memberikan kontribusi dalam mendukung proses pendidikan mahasiswa kedokteran. Kolaborasi ini sangat penting karena pendidikan profesi dokter membutuhkan dukungan rumah sakit sebagai wahana pendidikan klinis,” ujar Prof. Syukri.
Ia berharap hubungan kelembagaan dan kerja sama yang telah terbangun dapat terus dikembangkan. “Dengan demikian dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa, institusi pendidikan, rumah sakit, serta masyarakat sebagai penerima manfaat layanan kesehatan,” harapnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTEd, mengatakan pelaksanaan asesmen lapangan merupakan bagian penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas Program Studi Profesi Pendidikan Dokter FK Unand.
“Bagi kami, asesmen lapangan ini merupakan momentum penting untuk melihat penyelenggaraan pendidikan secara lebih komprehensif. Kehadiran tim asesor memberikan kesempatan kepada kami untuk mendapatkan masukan, evaluasi, dan perspektif dari pihak eksternal,” kata Sukri Rahman.
Ia menyampaikan FK Unand terus berupaya menjaga kualitas pendidikan profesi dokter dengan memperhatikan berbagai aspek. Mulai dari proses pembelajaran, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, tata kelola, hingga pelaksanaan pendidikan klinik di rumah sakit jejaring.
“Pendidikan profesi dokter sangat membutuhkan dukungan dari rumah sakit pendidikan. Karena itu, sinergi antara fakultas dan rumah sakit harus terus diperkuat. Kita ingin mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar klinis yang baik sehingga mereka dapat berkembang menjadi dokter yang kompeten dan profesional,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan RS M. Djamil dan RS Universitas Andalas dalam penyelenggaraan pendidikan profesi dokter. “Dukungan berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan dan mutu proses pendidikan,” tukasnya. (*)